Maguwoharjo Stadium Tour

Sejarah Pembangunan Stadion Maguwoharjo

Pembangunan Stadion Maguwoharjo tidak bisa dilepaskan dari prestasi PSS Sleman menembus kancah sepakbola nasional. Tim berjuluk Super Elang Jawa mampu menembus Divisi Utama Liga Indonesia (pada saat itu merupakan kasta tertinggi kompetisi sepakbola nasional) pada musim 1999-2000.  

Keberadaan PSS Sleman di kompetisi DU pada saat itu mampu menarik perhatian masyarakat sepakbola DIY sehingga setiap menggelar pertandingan di Stadion Tridadi Sleman penonton membludak melebihi kapasitas stadion. Keikutsertaan tim berjuluk Super Elang Jawa di Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia mencapai puncaknya pada musim kompetisi 2003 dan 2004, anak-anak Laskar Sembada berhasil menembus empat besar.

Pada saat itu, PSS Sleman terpaksa memindahkan homebasenya di Stadion Mandala Krida atas permintaan Gubernur DIY Sri Sultan HB X dengan alasan Stadion Tridadi Sleman sudah tidak mampu menampung penonton apabila menjamu tim besar-besar peserta kompetisi Divisi Utama. Perpindahan homebase dari Stadion Tridadi Sleman ke Stadion Mandala Krida, tidak menutup mata Pemerintah Kabupaten Sleman untuk membangun stadion sepakbola baru sebagai homebase resmi tim kebanggaan masyarakat Sleman tersebut.

Pada tahun 2004 Pemkab Sleman membangun stadion baru di wilayah Maguwoharjo. Stadion dengan kapasitas 50.000 penonton ini dibangun dengan fasilitas kelas internasional. Stadion ini memiliki tipe Stadion Sepakbola Modern dengan konsep “Mini San Siro” dengan ciri khas menara yang terletak di empat penjuru stadion dengan tangga berputarnya. Seperti halnya stadion-stadion modern lain di Eropa terutama di Inggris stadion ini tidak memiliki lintasan atletik sehingga penonton akan lebih nyaman dalam menyaksikan pertandingan.

Stadion yang berlokasi di Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman resmi menjadi homebase PSS Sleman pada musim Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2007. Stadion berkapasitas 30.000 penonton menjadi salah satu landmark sepakbola di Yogyakarta. Stadion yang memiliki nama resmi Maguwoharjo International Stadium (MIS) menjadi salah satu stadion terbaik di Indonesia sejajar dengan SUGBK di Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, dan Stadion Jakabaring Palembang. 

Dari beberapa atmosfer pertandingan yang disajikan di Liga Indonesia, stadion Maguwoharjo salah satu yang menyuguhkan atmosfer luar biasa. PSS Sleman yang menjadikan Maguwoharjo sebagai kandangnya selalu menghadirkan gairah pertandingan yang luar biasa. Adrenalin penonton yang hadir akan dibuat terkesima dengan tensi pertandingan yang menarik dan dukungan fanatik kedua suporter PSS Sleman Slemania dan Brigata Curva Sud. Selain atmosfer pertandingan PSS Sleman, kabupaten Sleman juga mempunyai beberapa objek wisata yang patut untuk dikunjungi.

Wisata kabupaten Sleman yang dapat dikunjungi antara lain, Memetik buah salak, Telaga Putri, Lava Tour Gunung Merapi, Ulen Sentanu Museum, Candi Prambanan dan menikmati sunset Candi Ratu Boko. 

 

Adapaun paket yang ditawarkan Push Your Limits antara lain:

Paket Push Your Limits 2D 1N: 

Day 1: Wisata memetik buah salak, Telaga Putri, Ulen Sentanu + makan siang, sunset Candi Ratu Boko + makan malam

Day 2: Wisata Lava Tour + makan siang, Wisata Candi Prambanan, dilanjutkan menonton laga PSS Sleman di stadion Maguwoharjo.

Price: Rp -