Apa Peran Seorang Psikolog di Tim PSS?

PSS-SLEMAN.CO.ID, SLEMAN - Menjalani kompetisi sepak bola dengan durasi 9 bulan bukanlah perkara mudah bagi atlet yang bersangkutan ketika tekanan atau tuntutan prestasi tinggi. Disinilah peran aktif dan penting hadirnya seorang psikolog olahraga di tim sepak bola.
 
Menurut Nurmala, psikolog tim PSS, kehadirannya di tim PSS masuk di dalam tim medis bersama dokter tim, fisioterapis, dan masseur. Ia pun menjalankan fungsi secara umum bersama tim medis lainnya.
 
"Pendampingan pemain ada yang secara fisik atau jasmani, sedangkan saya pada psikologis pemain. Ketika pemain cidera efeknya bisa ke psikologis, rasa kecewa, sedih, tidak bersemangat bahkan bisa putus asa. Disinilah kerja paralel tim medis, sisi psikologis dan medis masuk menangani pemain tersebut," ungkapnya, Senin (28/05/2018) sore.
 
Ia juga menjelaskan peran psikolog juga membantu program dari head coach. Selain pendampingan psikologis juga membantu menaikan performa pemain.
 
"Sebagai bagian dari tim medis, psikolog harus bisa membantu peningkatan performa pemain, apakah itu dari sisi komunikasi, pengelolaan emosi, dan kerjasama tim. Misal, pelatih kepala menginginkan timnya bermain dominan, tugas psikolog harua meningkatkan kepercayaan diri pemain. Apabila ada pemain yang sangat percaya diri diseimbangkan dengan yang lain agar tidak menjadi agresif di lapangan," ulasnya.
 
Pemaparan dari psikolog tim PSS sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Richard Butler yang berjudul Sports Psychology in Action, ia menuliskan bahwa emosi salah satu unsur yang dapat memberikan efek pada hasil pertandingan yang berpengaruh pada performa atlet, baik di sesi latihan maupun bertanding. Kemampuan olahraga seorang atlet menurun ketika Ia mengalami stres saat pertandingan akan menyebabkan pemain bereaksi secara negatif, mulai dalam hal fisik maupun psikis
hingga kemudian sulit berkonsentrasi.
 
Nurmala juga menjelaskan fungsi psikotest yang pernah dilakukan oleh pemain PSS. Menurutnya hal tersebut penting bagi para pemain mengetahui kemampuan pemahaman dirinya.
 
"Hal ini berpengaruh ketika pelatih mengajarkan tentang strategi, karena setiap pemain memiliki daya tangkap yang berbeda. Ada yang butuh pengulangan secara sederhana agar pemain paham, serta ada pemain memiliki daya tangkap yang cepat," jelasnya. 
 
Namun hal tersebut tidak berpengaruh bagi sebuah tim, menurutnya kerja tim membutuhkan keseimbangan. Ada pemain yang daya pemahamannya tidak tinggi namun memiliki kecepatan ketika bergerak dan sebaliknya pemain dengan daya tangkap bagus tidak memiliki kecepatan dalam bergerak di lapangan. Saling melengkapi adalah kunci sukses kerjasama tim. (mf/pss-sleman.co.id)

Berita Terkait

Piala Indonesia: Polda Jateng Masih Melarang Laga PSD Demak vs PSS Dihadiri Sleman Fans

Tuesday, 17 July 2018

Keputusan yang dikeluarakan PSSI Askab Demak merujuk pada surat Kapolda…

Bertemu PSD Demak di Piala Indonesia, PSS Jalani Jadwal Padat di Bulan Juli

Tuesday, 19 June 2018

Sesuai jadwal yang dirilis PT. Liga Indonesia Baru akan mempertemukan…