Catatan Evaluasi Sebelum Tandang ke Martapura

PSS-SLEMAN.CO.ID, SLEMAN - Bertindak sebagai tuan rumah menjamu PSBS Biak, PSS Sleman sukses mengoptimalkan dukungan Sleman Fans dengan meraih kemenangan 3-0 tanpa balas di di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (10/9/2018) sore. Kemenangan ini membawa PSS berada di puncak klasemen sementara Grup Timur Liga 2 2018, unggul dua angka dari Kalteng Putera di posisi runner-up.
 
Gol cepat menjadi salah satu faktor kemenangan tim PSS mengatasi perlawanan PSBS. Pergerakan cepat Bagus Nirwanto memberikan umpan ke Gonzales mampu membuka ruang bagi Rifal Lastori memberikan assist matang ke Ichsan Pratama yang membuahkan gol di menit perdana di awal babak pertama. Sedangkan dua gol tambahan diciptakan Rifal Lastori dan Irkham Zahrul Milla.
 
"Kami diuntungkan menciptakan gol cepat, hal ini memaksa PSBS bermain terbuka dan membuka celah lini di lini belakang mereka. Kalau saja mereka tidak kebobolan cepat, compact defense mereka akan mempersulit kami menembusnya," ulas Seto di sesi jumpa pers.
 
Paska gol pertama, Cristian Gonzales sempat membawa unggul dengan memborong dua gol, sayang keduanya dianulir wasit karena dianggap offside.
 
"Gol kedua menurut pengamatan saya tidak offside, mungkin ada pandangan lain yang lebih jelas," jelasnya. 
 
Kemenangan di laga tersebut tidak menutup mata bagi Seto adanya kesalahan yang mendasar yang masih dilakukan para pemainnya, yakni umpan dan perebutan bola satu lawan satu. 
 
"Unggul dua gol, saya melihat beberapa pemain merasa puas dan meremehkan lawan. Inilah alasan saya melakukan pergantian di pertengahan babak kedua. Saat ini kami masih di fase penyisihan tidak boleh jumawa, baru boleh sedikit jumawa jika sudah di final," jelas Seto.
 
Sementara itu, Slamet Riyadi pelatih kepala PSBS Biak menyatakan kekalahan timnya karena kesalahan para pemainnya yang mampu dimanfaatkan tim tuan rumah.
 
"Gol pertama dan kedua murni kesalahan pemain kami mengantisipasi serangan dan gol ketiga melalui permainan yang bagus tim tuan rumah," ungkapnya.
 
Ia juga menyoroti beberapa pemainnya mengalami demam panggung karena belum terbiasa ditonton ribuan penonton.
 
"Kami terbiasa bermain dengan animo penonton yang sedikit sedangkan di Stadion Maguwoharjo antusiasmenya besar sehingga hal tersebut membuat beberapa pemain sedikit nervous," pungkas Slamet Riyadi. (mf/pss-sleman.co.id)

Berita Terkait

Seto: Kami Berharap Pemain Bermain Lepas dan Konsisten di Laga Berikutnya

Saturday, 17 November 2018

Kemenangan dengan skor besar menuai apresiasi positif dari pelatih kepala…

Hattrick Gonzales Antar Kemenangan Besar PSS atas Persita

Friday, 16 November 2018

Super Elang Jawa sukses meraih poin penuh setelah menghajar Pendekar…