Nuasa Dalam Rangka Festival Panen Padi Lampung

Jadi ingat tagline pariwisata Lampung Timur, The Treasure Nature of East Lampung. Kelihatannya ibu Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim benar-benar serius jadikan bidang pariwisata sebagai salah satunya program favoritnya. Jika ada 22 moment pariwisata Lampung Timur, memiliki arti tiap dua minggu bakal ada festival di kabupaten ini. Hebat sekali jika dapat tiba sekurang-kurangnya separuhnya. Bukan hanya memercayakan keelokan gajah, Lampung Timur dapat makin penuh daya tarik 🙂

Yok Ke Lampung Timur

Bermula dari percakapan saya berdua dengan Indra Pradya pemilik website www.duniaindra.com yang menceritakan jika teman-teman travel blogger yang bergabung di Indonesia Corner ingin berkunjung ke Lampung pada bulan Februari atau Maret. Ada banyak acara pariwisata di 2 bulan itu. Sempat beralih-alih gagasan, pada akhirnya ditetapkan akan tiba tanggal 2 Maret. Sekaligus ingin menonton film “Trinity, The Nekad Pelancong” dalam acara Gala Premiernya pada tanggal 4.

Singkat kata tanggal 2 Maret pagi saya dan istri telah jemput Yayan di stasiun kereta api Tanjung Karang. Dan kelompok yang lain memakai pesawat dijemput Indra. Kami berjumpa dalam suatu toko waralaba di dekat lapangan terbang. Bergabung, basa basi sesaat, beberapa foto, pergi.

Lalu 2 mobil berisi 12 orang cuuss “yok ke Lampung Timur”. Di mobil yang saya kendarai ada istri yang merangkap sebagai assistnt blogger (hehehe), lalu mbak Dedew, Mia Kamila, Yayan dan Mas Endri guide kami sepanjang trip Lampung Timur. Di mobil Indra, ada Evi Indrawanto, Raiyani Muharramah, Astari Nadya, Pertama Siti Hanum, dan Cantik Fajarwati.

Saat sebelum lanjut narasi mengenai trip ramai-rame ini, saya ingin narasi singkat dahulu berkenaan Lampung Timur dan Festival Panen Padi ini.

Banyak Festival Panen Di Dunia

Sebetulnya banyak acara festival panen populer yang berada di seluruh dunia. Beberapa kemungkinan pernah kita dengar beberapa belum. Yang terang budaya festival panen rupanya telah dilaksanakan dari beberapa ratus tahun kemarin, bahkan bisa saja lebih.

Seperti festival Thanksgiving yang berada di Amerika Serikat, persisnya di Massachusetts. Warga Massachusetts rayakan acara pesta panen gandum dengan lakukan banyak aktivitas. Diantaranya membagi beragam makanan mereka seperti ayam, kalkun, dan ikan. Telah ada semenjak tahun 1621, Thanksgiving jadi hari liburan di situ.

Di Bali ada juga Festival Panen Padi. Kesemarakannya berasa di pelosok dusun dengan hiasan bendera dan kuil bambu simpel di sawah. Boneka kecil yang sebagai wakil tangkai padi Dewi Sri sebagai persembahan di taruh di lumbung-lumbung padi. Dan tentunya ada beragam pergelaran seni sebagai perkataan terima kasih ke penguasa alam.

Pertanian Lampung Timur dan Festival Panen Padi

Lampung Timur ialah penyumbang padi paling besar ke-2 di Propinsi Lampung. Mempunyai luas tanam padi selebar 128.414 hektar, dengan target produksi capai 666.897 ton /tahun. Jelaslah Lampung Timur adalah pangkalan agraria yang berada di Lampung.

Gubernur Lampung Ridho Ficardo dalam pidato sambutan di Festival Panen Padi menjelaskan, untuk tingkatkan hasil pertanian dari Lampung Timur, Pemerintahan Propinsi Lampung terus koordinir secara intens dengan Pemerintahan Pusat untuk membuat waduk di Jabung. “Semoga tidak ada permasalahan. Dan seterusnya kita akan bangun waduk di Marga Tiga”. Tambah Ridho.

Sementara, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, menjelaskan Festival Panen Padi 2017 ialah sebuah paket yang mengusung panen padi sebagai suatu hal acara bagus yang bisa datangkan pelancong. Menurut dia, panen padi hanya satu diantara banyak adat yang berada di Lampung Timur yang bsia dibungkus jadi moment pariwisata. “Karena bidang pariwisata punyai kekuatan untuk menggerakkan kemajuan ekonomi.” Katanya.

Walau Lampung Timur tidak ada di teritori rekreasi yang diputuskan oleh Propinsi Lampung, kelihatannya Bupati Lampung Timur yang dekat dipanggil Nunik itu tidak ingin berserah demikian saja. Saya individu menyaksikan beliau tidak sangsi membuat even pariwisata lewat dinas-dinas berkaitan. Pada acara Festival Panen Padi ini tentunya lewat Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata.

Memberikan Warna Baru dan Nama Baik Untuk Lampung

Sekian tahun tinggal di Lampung, baru ini kali saya bertandang ke acara Festival Panen Padi. Kemungkinan awalnya telah ada tetapi saya saja yang tidak up-date ya. Sebuah inovasi untuk membikin citra merek yang baik untuk Lampung Timur.

Bahkan juga Gubernur Ridho Ficardo saya dengar dalam sambutannya benar-benar animo pada aktivitas Festival ini. Selainnya sebagai pangkalan agraria, Lampung Timur dapat bangun pariwisata. Tidak enggan Ridho memberikan dukungan acara ini. Bahkan juga dipertambahnya akan mengusahakan Festival Way Kambas jadi festival khusus di Lampung selainnya Festival Krakatau. Wah wah wah…

Terkata jika Ridho mengucapkan terima kasih ke Bupati Lampung Timur yang dapat bekerja bersama memberikan support untuk mengusung nama baik Lampung. Merek Gambar Lampung Timur tentu saja akan bisa jadi lebih baik di periode kedepan dengan adanya banyak acara pariwisata yang diatur dengan demikian percaya diri oleh Bupati muda ini. Mengganti gambar yang sejauh ini kita dengar jadi Lampung Timur penuh daya tarik.

Kita kembali lagi ke narasi jalanan kami…. 🙂

Acaranya Ramai

Demikian sampai, Lapangan Kecamatan Raman Utara telah kelihatan penuh kendaraan parkir dan beberapa karyawan dan masyarakat yang bersama-sama tiba untuk melihat selingan yang diselenggarakan oleh panitia. Rupanya beberapa dari teman-teman blogger yang belum makan pagi. Cepat-cepat memburu pesawat pagi, belum makan pagi sepertinya di dalam rumah. Dan tidak sempat cari makanan di lapangan terbang.

Di dekat mobil kami parkir ada penjual makanan kejutan yang tawarkan pecel lontong. Kami ramai-ramai langsung makan. Saya yang sebeneranya masih kenyang juga tidak lepas dari rasa ingin tahu akan rasa pecel itu. Satu jatah pecel saya habiskan dan satu gelas kopi untuk membikin mata fresh dan tahan terbuka sampai sore.

Kami dengar suara lesung ditumbuk-tumbuk keluarkan suara merdu bertalu-talu.

Tidak Tahu Rundown Acara

Kami baru mengetahui rundown acara satu hari saat sebelum hari H. Tanggal 1 Maret saya baru bisa daftar acara sah lewat pesan whatsapp. Teman-teman landing 06:30, Yayan datang 07:00 di stasiun kereta api. Belum juga sama-sama nantikan untuk berjumpa di titik tatap muka dekat lapangan terbang. Akhirnya, kami harus tergesa-gesa ke arah lokasi acara, meremehkan perut lapar emak-emak blogger di mobil Indra. Maaf ya 😀

 

Untuk kami yang kerap traveling dan tiba ke banyak acara, beberapa hal semacam ini seringkali kami alami. Yang kami alami ini hari masih lebih nikmat. Kami yang terlambat. Pada sebuah kabupaten di Lampung bahkan juga saya pernah tiba pagi-pagi, tergesa-gesa makan pagi untuk tiba ke lokasi acara. Demikian sampai kami harus menanti 4 jam sampai acara diawali jam 13:00. Raut kecapekan dan kelaparan demikian terang kelihatan dari muka peserta parade. Teman-teman photografer sampai bantuan membeli minuman paket untuk dibagi ke peserta parade.

Jadi saat sampai di atas lapangan, kami banyak menghabiskan waktu di meja penjual makan kejutan. Sementara festival musik lesung telah diawali. Saya yang mengetahui ada musik lesung juga seperti malas bergerak dari bangku. Cenderung pilih habiskan satu gelas kopi dahulu.

Lampung Timur telah bagus menurut saya. Berani mengawali acara yang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, meskipun Gubernur masih diperjalanan ke arah lokasi. Dibanding di kabupaten sono yang tahan menanti hingga membuat pemirsa dan peserta parade menanti dalam kecapekan. Respek..!!!

Banyak Aktivitas di Festival Panen Padi Lampung

Menurut informasi yang saya terima, panen padi di Lampung Timur tahun ini semakin besar dibandingkan beberapa tahun saat sebelum. Karena ada festival panen padi dapat membuat semangat petani-petani di Lampung Timur untuk memproduksi padi yang lebih bagus.

Festival Panen Padi ini ialah sebuah usaha untuk menumbuhkembangkan tanaman padi sebagai komoditas khusus di Lampung Timur hingga jadi wilayah yang berswasembada pangan. Sebagai salah satunya usaha untuk menarik beberapa pelancong bertandang sekalian mempromokan tempat wisata terutamanya di Kabupaten Lampung Timur. Demikian kata bu Nunik pada sebuah peluang.

 

Beberapa acara yang diselenggarakan diantaranya pameran produksi pertanian, pertunjukan kuda lumping, senam lanjut usia, festival musik lesung, dan beragam tipe lomba, yakni lomba terka hasil panen raya, lomba terka ukuran sawah, lomba joget di sawah, dan lomba tangkap bebek dan panen padi bersama.

Banyak Yang Dapat Dikisahkan dan Dipotret

Yang kami menyayangkan karena terlewatkan ialah panen padi bersama. Serunya pada acara itu, teman-teman komune motor Lampung Timur bersama Bupati Chusnunia Chalim menunggangi motor ke arah dan saat datang dari lokasi panen. Saya sempat dikirimkani photo bu Nunik menunggangi motor. Hebat sekali. Tahun depannya mudah-mudaham dapat mengulas lebih komplet.

Disamping itu disekitaran lokasi banyak pernak-pernik dan beragam warna yang sangat sayang jika tidak didokumentasikan dalam sebuah photo. Teman-teman kelihatan semangat memfoto di sana-sini. Dan saya karena tidak sedang nikmat tubuh memutuskan untuk sedikit memfoto. Cuman duduk di bangku di bawah tarub yang telah ditingglakn masyarakat untuk melihat parade traktor sawah hias. Cuman mengharap teman-teman memperoleh photo terbaik mereka semasing.

Lihat Juga:

https://www.daihatsulampung.net/
https://sewamobillampung.co.id/
https://www.rentalmobillampung.co.id/
https://www.hondamobillampung.co.id/
https://dolanyok.com/rental-mobil-lampung/