[PROFIL] Hery Kiswanto, Mantan Libero Handal Arsitek Tim Super Elja

PSS-SLEMAN.CO.ID, SLEMAN - Pria berdarah Ciamis kelahiran Banda Aceh ini cukup dikenal di publik sepakbola Sleman. Karir kepelatihannya di PSS Sleman merupakan periode ketiganya setelah sebelumnya pernah membesut di tahun 2006, 2014 dan 2018. 
 
Pengalaman panjangnya di sepakbola dimulai ketika Herkis muda memperkuat klub perserikatan Persib Bandung dari tahun 1976-1979. Puncak karirnya sebagai pesepakbola ketika Ia dipercaya sebagai kapten kesebelasan di Yanita Utama dan Krama Yudha Tiga Berlian sebagai juara Liga Galatama selama 4 tahun berturut-turut pada era 1983-1987. Masa pengabdiannya di Krama Yudha Tiga Berlian Ia akhiri sampai tahun 1991. 
 
Mengkahiri karirnya sebagai pemain sepakbola, Hery Kiswanto menuntaskannya dengan tinta emas. Pria yang dikenal berbahasa halus dan sopan membawa Bandung Raya menjuarai Liga Indonesia 1995/96 di bawah polesan manajer Henk Wullems.
 
Tugasnya sebagai pemain belakang tidak merubah karakter dirinya menjadi kasar dan beringas. Selama 17 tahun menjalankan karirnya sebagai pesepakbola, Ia hanya sekali mendapatkan kartu kuning ketika berkostum Krama Yudha Tiga Berlian. Kala itu Ia memprotes keputusan wasit mewakili teman-temannya sebagai kapten tim ketika melawan tuan rumah Pelita Jaya, di Stadion Lebakbulus.
 
Setelah gantung sepatu, Hery Kiswanto tetap melanjutkan aktifitasnya di dunia sepakbola sebagai pelatih. Karir pertamanya sebagai allenatore, peraih medali emas Sea Games 1987 membesut tim Persija Jakarta tahun 1996. 
 
Perjalanan panjang dari tahun 1996 hingga 2005, coach Herkis membesut beberapa klub mengantarkannya membesut PSS Sleman tahun 2006. Karirnya di PSS Sleman di tutup dengan mundurnya tim Super Elang Jawa dari kompetisi Divisi Utama karena gempa besar di wilayah DIY dan sekitarnya. 
 
Perjodohan Herkis dengan PSS Sleman berlanjut di tahun 2014. Melalui sentuhan dinginnya, Ia menjadikan tim PSS bermain aktraktif. Sentuhan-sentuhan pendek antar lini dengan kreasi permainan yang aktraktif mampu membuat PSS Sleman lolos hingga babak 8 besar. Namun sayang, sekali lagi adanya 'bencana besar' yang memaksa PSS Sleman terhenti langkahnya.
 
Tahun 2018 menjadi reuni ketiganya bersama PSS Sleman, optimisme dan semangat Herkis membawa tim bermarkas di Stadion Maguwoharjo Sleman tidak berubah. Ia ingin membawa Zamzani dkk berprestasi tetap menyala membara dalam dirinya. (mf/pss-sleman.co.id)
 

Berita Terkait

PSS U17 Jalani Seleksi Pemain Songsong Piala Suratin 2018

Saturday, 26 May 2018

Seleksi pemain dipantau langsung oleh Lafran Pribadi yang kembali ditunjuk…

PSS Agendakan Safari Ramadan dan Laga Uji Coba

Thursday, 24 May 2018

Memasuki latihan perdana, manajemen dan pelatih kepala Seto Nurdiyantoro sudah…