Liga Bank Mandiri VIII 2001-2002

Karena PSS bukan lagi hanya milik masyarakat Sleman, melainkan juga milik seluruh masyarakat Yogyakarta maka label Sleman diganti Yogyakarta sehingga namanya berganti menjadi PSS Yogyakarta. Home basenya pun dipindah dari Stadion Tridadi ke Stadion Mandala Krida yang memiliki daya tampung jauh lebih banyak daripada Stadion Tridadi Sleman. Stadion Tridadi hanya mampu menampung 7000 penonton sedangkan Stadion Mandala Krida mampu menampung 25.000 penonton. Permasalahan lapanagan pun terpecahkan.

Persiapan yang dilakukan oleh manajemen pada periode ini lebih tertata daripada persiapan periode sebelumnya. Seleksi dilakukan lebi ketat, dari 25 pemain musim sebelumnya hanya 14 pemain yang dipanggil. Ada dua tambahan pemain baru dari Persebaya Surabaya yakni Maully Lessy dan Nova Arianto, keduanya berposisi pemain belakang. PSS juga merekrut Aceng Juanda dari Persib Bandung.

Pada musim ini PSS berada di peringkat 7 dari 12 tim yang berada di wilayah timur. Di grup ini PSS tergabung dengan klub-klub besar yang memiliki persiapan jauh lebih matang dan dihuni pemain bintang. Prestasi ini lebih baik daripada periode sebelumnya, yakni berada di posisi 9 kelasemen akhir. Musim 2001-2002 PSS bermain sebanyak 22 kali, menang 8 kali, seri 6 kali, dan kalah 8 kali. Pada musim ini juga PSS Sleman pertama kali diperkuat oleh pemain asing Jaldecir "Deca" Dos Santos dan Fabiano Guarillha masuk di putaran ke-2 melengkapi skuat lokal yang ada. 

Sumber: Sepenggal Perjuangan PSS

Berita Terkait

Liga Bank Mandiri X 2003-2004

Friday, 03 April 2015

Kompetisi sarat prestasi bagi PSS Sleman

Liga Bank Mandiri IX 2002-2003

Friday, 03 April 2015

Liga Bank Mandiri sarat prestasi bagi PSS Sleman